Apa Itu Domain

Anda pasti pernah mendengar dengan istilah domain. Dalam dunia internet, domain merupakan aspek penting dalam sebuah website. Singkatnya domain ini seperti sebuah alamat pengenal bagi sebuah website di internet.

Dengan adanya domain ini, maka sebuah alamat website atau domain ini memudahkan kita untuk menemukan, mengenali, hingga mengingat dari suatu website. Domain biasanya berakhiran .com, .net, .co.id, .id, .org.

Nah, untuk lebih jelasnya yuk simak penjelasan lengkap dari LegalConference mengenai apa itu domain:

Pengertian Domain

Domain sendiri merupakan nama unik yang diberikan untuk mengidentifikasi server. Salah satunya yaitu agar lebih mudah untuk dimengerti dari pada menggunakan IP (internet protocol) address. Tujuan utamanya adalah agar website lebih mudah diakses oleh para user (pengguna).

Lebih mudahnya, dengan memiliki domain sendiri pengunjung akan lebih mudah untuk mengingat nama tersebut. Bagi pemilik website, diberi kewenangan untuk memilih alamatnya sendiri yang diakhiri dengan eksistensi seperti .com, .org, .id dan lainnya (contohnya:www.legalconference.org).

Anda pun bisa dengan leluasa membuat nama domain suka-suka, asalkan belum digunakan oleh user lain. Negara Indonesia juga terdapat lembaga pengelola nama domain dengan beberapa layanan terbaiknya, seperti Domainesia, Rumah Web, Jagoan Hosting dan masih banyak lagi. 

Sejarah Domain?

Dahulunya, sebuah website menggunakan alamat IP (Internet Protocol) Address yang cenderung sulit untuk diingat. Pada 15 Maret 1985 muncul sebuah domain bernama symbolic.com dari sebuah perusahaan produsen komputer yakni Symbolic Inc yang berada di Massachusetts AS.

Berikut perkembangan Domain dari tahun ke tahun:

1. Tahun 1995

Awal perkembangannya, ada banyak orang awam yang ingin menciptakan nama domainnya sendiri tepatnya sebelum tahun 1995. Setelah itu, National Science Foundation telah menetapkan tarif sebesar US$100 untuk mengaktifkan nama unik selama tenggang waktu 2 tahun.

2. Tahun 1998

Pada tahun ini, menjadi pelopor munculnya proposal privatisasi domain yang dikeluarkan oleh perdagangan dari AS atau sekarang lebih dikenal dengan DNS (Domain Name System). Meski menurut pihak tersebut baik, namun berlainan dengan anggapa para aktivis internet.

3. Tahun 2003

Pada tahun ini banyak domain penipu yang mengarahkan para pengunjung ke situs porno yang berseberangan dengan nama uniknya. Akhirnya dikeluarkannya peraturan perundang-undangan untuk mengatur semua hal dibaliknya.

4. Tahun 2017

Seiring perkembangan internet yang semakin pesat, penggunaan domain murah terus meningkat hingga pada tahun 2019 yang mencapai angka 359,8 juta. Sampai saat ini jumlah tersebut terus bertambah.

Jenis-jenis Domain

Teknologi kecerdasan digital yang disematkan pada domain sendiri cukup mumpuni, salah satunya berkaitan dengan domain dan subdomain. 

Tujuan penggunaannya adalah agar tidak tercampur antara konten satu dengan lainnya pada blog pemilik. Berikut jenis-jenisnya:

1. Top Level Domain (TLD)

Ada banyak orang yang lebih memilih Top Level Domain karena beberapa sebab, salah satunya adalah mudah diingat dan bersifat umum. Jenis ini adalah sebuah nama yang berada di belakang website misalnya saja .net, .com, .org, dan .gov dan lainnya.

Sejak tahun 2014, ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers) sudah merilis sekitar 2000 TLD. Namun, untuk menggunakannya pun Anda juga harus memenuhi persyaratan tertentu dan mengeluarkan biaya setiap tahunnya.

2. Country Code Top Level Domain (ccTLD)

Country Code Top Level Domain (ccTLD) masuk ke dalam jenis TLD yang mewakili lokasi geografis tertentu. Pengelompokannya berdasarkan negara, namun ada sedikit perbedaan untuk ccTLD non Inggris. Hal ini karena dikenal dengan domain tingkat atas kode negara yang terinternasionalisasi.

Variasi Domain yang Ada di Indonesia

  • .sch.id yang digunakan untuk instansi berkaitan dengan akademik.
  • .web.id digunakan oleh personal meupun organsasi Indonesia.
  • .co.id difungsikan bagi organisasi komersial yang hanya diperuntukkkan bagi perusahaan tertentu.
  • .ac.id berfungsi untuk lingkungan akdemik atau perguruan tinggi dengan kebijakan yang telah disepakati.

Kelebihan Domain Country Code Top Level Domain (ccTLD)

  • Kemungkinan digunakan untuk melakukan penipuan sangat kecil, karena saat pendaftaran diharuskan mengisi identitas secara resmi.
  • Ada banyak pilihan nama domain yang bisa Anda gunakan karena penggunanya sendiri belum sebanyak .com.
  • Pada search engine didahulukan untuk pasar negara bersangkutan.
  • Tingkat keamanannya cukup tinggi sebab saat pendaftarannya mengharuskan melampirkan scan identitas asli seperti paspor atau KTP.

Pengguna Domain Country Code Top Level Domain (ccTLD)

  • Alternatif domain .com yang sudah dimiliki orang lain.
  • Pemilik bisnis yang tidak ingin terlihat profesional.

3. Generic Top Level Domain

Jenis domain ini paling banyak digunakan oleh user di dunia dengan ciri khas yg memiliki akhiran .net, .biz, .edu, serta .com. Setiap eksistensinya memiliki fungsi tersendiri untuk menunjang kebutuhan masyarakat.

Variasi Domain yang Ada di Indonesia

  • .org digunakan untuk keperluan suatu organisasi.
  • .edu yang berfungsi untuk keperluan edukasi atau berkaitan dengan pendidikan.
  • .biz fungsinya untuk keperluan bisnis.
  • .com merupakan domain yang paling sering digunakan untuk keperluan komersial.

Kelebihan Domain gTLD

  • Harganya jauh lebih murah jika dibandingkan dengan domain premium atau beberapa dari ccTLD.
  • Tidak memerlukan dokumen identitas untuk mendaftarkan diri.
  • Merupakan ekstensi yang paling populer jika dibandingkan dengan lainnya.

Penggunaan gTLD

  • Sangat cocok untuk yang ingin mendapatkan domain dengan eksistensi populer.
  • Seseorang yang tidak ingin repot mengisi data diri secara lengkap.

4. Second Level Domain (SLD)

Domain SLD ini adalah nama untuk didaftarkan pada saat registrasi dengan syarat harus belum ada yang menggunakannya sebelumnya. Perlu Anda ketahui masa aktifnya sekitar 1 tahun, jika ingin memperpanjangnya maka setiap habis masa kontrak harus membayar ke penyedia domain.

Domain SLD ini bisa Anda daftarkan secara bebas, namun Anda tetap harus berhati-hati terutama untuk website bisnis. Sebelum melakukan kesepakatan, ada baiknya mengetahui terlebih dahulu tingkat keamanannya untuk menghindari terjadinya hal buruk di kemudian hari.

5. Subdomain

Subdomain umumnya digunakan untuk pembagian area dari sebuah website. Bagiannya lebih besar, untuk itu saat pemilihan peletakannya maka silahkan untuk memberikan alamat yang mudah diingat dengan tujuan memupuk brand awareness masyarakat secara luas.

Jika diibaratkan dengan sebuah rumah, subdomain merupakan ruangan pada sebuah website. Sebagian besar yang tersebar dan banyak ditemui ditandai dengan awalan “www”. Penyebutan subdomain sama seperti add-ons atau permintaan tambahan ketika Anda ingin membeli sesuatu.

Cara Kerja Domain?

Ketika pengguna memasukan nama domain di pencarian Google, maka akan terhubung langsung ke Domain Name System (DNS). Sistem tersebut sederhananya adalah jaringan global server pusat, berfungsi sebagai database yang menyimpan nama unik dan IP address.

Selanjutnya, nama domain yang masuk akan dicocokkan dengan data base yang ada pada DNS dan akan diterjemahkan ke dalam alamat IP. Sistem berlanjut meneruskan permintaan browser awal ke server hosting situs web yang dituju. 

Langkah terakhir adalah server akan menanggapi dengan mengembalikan data browser agar memuat situs web untuk user. Meski terlihat rumit, namun pada kenyataanya sistemnya bekerja sangat cepat.

Sebagai contoh, Anda ingin mencari resep memasak, maka di sana akan ada banyak pilihan nama domain yang bisa “di klik”. Anggap saja www.resepku.com yang di dalamnya akan ada beragam ulasan menarik yang bisa memberi informasi tersebut.

Beberapa Tips Memilih Nama Domain

Ketika Anda akan memilih nama domain, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menunjang atau mengoptimalkan kinerjanya. Manfaat lainnya adalah untuk memudahkan mendapatkan kepercayaan masyarakat serta memperoleh kesempatan besar menduduki rating atas.

1. Gunakan Nama Brand

Bagi pemilik usaha yang ingin membuat website sebaiknya menggunakan nama brand agar lebih mudah diingat. Penulisan alamat yang direkomendasikan adalah tidak lebih dari 3 kata, karena bisa menyulitkan pengguna ketika melakukan pencarian.

Sebelum melakukan pembelian domain, ada baiknya untuk mempelajari syarat dan ketentuan yang berlaku. Di samping itu juga berguna agar dapat mengetahui nominal pembayaran pada kontrak yang akan Anda ambil mulai dari tahunan atau bulanan.

 2. Pastikan Domain Belum Digunakan Pihak Lain

Kamunik dari setiap website berbeda dengan tujuan untuk mengantarkan user pada website yang diinginkan. Setelah berlangganan, hindari membiarkannya tanpa adanya perawatan. Meskipun pengunjung tetap ada namun tidak menutup kemungkinan terjadinya pembajakan.

Pembajakan yang paling sering adalah, ketika seseorang mengakses alamat website Anda yang tersaji adalah laman lain misalnya situs judi online. Hal ini akan beresiko menurunkan performa dan rating pada SEO yang berakibat fatal terutama untuk pelaku bisnis serta blogger.

3. Segera Beli Domain yang Sudah Anda Tentukan

Internet merupakan sumber informasi yang sering dijadikan rujukan masyarakat untuk mencari berbagai informasi. Ketika sudah menemukan domain yang Anda inginkan, maka usahakan untuk segera membelinya karena tidak menutup kemungkinan bisa digunakan orang lain.

Nama domain yang bagus cenderung akan mudah terjual apalagi yang menggunakan eksistensi .com. Ciri paling dominan adalah panjang atau pendeknya nama unik mempengaruhi harga berlangganannya. Pastikan memilih penyedia yang menawarkan kualitas terbaik dan terpercaya.

4. Tentukan Nama yang Singkat dan Mudah Diingat

Bagi Anda yang menggunakan website untuk mendapatkan pemasukan baik dari bisnis maupun Google Ads, maka sangat diperlukan menggunakan nama singkat dan mudah diingat. Panjang domain yang paling direkomendasikan adalah tidak melebihi dari 3 kata.

Nama domain yang pendek cenderung akan mudah diingat dan ditulis, sehingga mengefektifkan kinerja. Hanya saja ada banyak yang mencarinya, dengan demikian harus segera melakukan pemesanan supaya bisa mendapatkannya dan tidak digunakan orang lain.

5. Pastikan Nama Domain Mudah Diakses

Modern ini masyarakat cenderung menyukai sesuatu hal yang praktis termasuk ketika mengakses sebuah website. Tidak sedikit akun dengan domain yang sulit diketik karena terlalu panjang atau gabungan dari angka dan simbol. Akibatnya menjadikan ia ditinggalkan dan beralih ke lainnya.

Ada beberapa alasan mengapa domain bisa susah diingat maupun diketik yaitu penggunaan nama terlalu panjang, ejaan tidak baku, terdapat angka, adanya tanda hubung. Oleh sebab itu hal ini dapat mempengaruhi perkembangan website Anda di SEO.

Kesmpulan

Saat akan membeli sebuah domain, hal paling vital adalah menentukan alamat yang mudah diingat dan terlihat sederhana. Di sisi lain, perhatikan juga eksistensi penyedia domain agar website yang Anda kelola tidak mudah down. Hal ini sangat berpengaruh dalam pencarian di laman utama Google.

Bagi para pemula dapat menggunakan domain gratis, hanya saja alamatnya cenderung panjang dan tentunya sulit diingat. Salah satunya yaitu menggunakan Blogger atau WordPress. Sebagai contoh www.namadomain.wordpress.com atau bisa juga www.namadomain.blogger.com yang memang terkesan kurang profesional.

Demikian penjelasan mengenai apa itu domain, semoga menjadi tambahan pengetahuan jika nantinya akan berlangganan. Saat melakukan pembelian, pastikan menggunakan penyedia jasa terpercaya dengan melihat rekam jejaknya.

Tinggalkan komentar